Mari Bergoyang di Labuan Bajo
Labuan Bajo adalah destinasi
termahal yang pernah saya jalanin sebelumnya. The first time I landed on East
Nusa Tenggara, i was amazed. In the flight that I sat on window seat, i was
looking the blue sea of Nusa tenggara.
Sewaktu kuliah, saya hanya
bermimpi untuk bisa travelling ke labuan bajo. Sebagian orang yang saya kenal
bilang, “Kesana harus pakai dolar”, “Duh Trin, daripada kamu ke Labuan
Bajo mending ke luar negeri”. Itulah yang membuat saya mengurung niat kesana
dan hanya menjadi angan-angan.
Tidak usah terlalu panjang,
begini mulanya kenapa saya bertekad kesana dengan modal yang “awalnya”
pas-pasan. Keinginan saya dimulai dari dua orang senior saya yang pernah kerja
di sana dan pernah liburan disana. Mereka tak habis habisnya bercerita
bagaimana keindahan Labuan Bajo di setiap sisinya. Mereka menawarkan trip trip
murah yang mereka pakai sebelumnya.
Tepat bulan 3, Saya melakukan riset-riset
kecil yang membulatkan tekad saya kesana. Apakah memiliki tabungan? Jelas tidak
ada, tetapi tetap harus yakin. Aku membuat sayembara di Instagram, dan berhasil
saya tampung sekitar 5 orang. Kami membahas tentang trip-trip yang disediain
disana.
Apasih yang harus dibandingkan dalam pemilihan tour?
- Membandingkan harga
- Fasilitas yang ditawarkan
- Dan tidak kalah penting adalah dokumentasi instagram masa mau jauh jauh kesana tapi dokumentasi tidak all out?
Mari kita bahas satu per satu
1. Perbandingan harga
Dari segi harga, banyak trip-trip yang menawarkan dengan harga yang cukup miring dan beragam. Trip yang ditawarkan berupa sailing dan menginap dikapal. Penawarannya dari harga 1,8 jt sampai 2,6 juta untuk open trip, dan private trip pun rata rata hampir sama tetapi harus melihat minimum peserta.
2. Fasilitas yang ditawarkan
Ada harga ada
barang, begitulah cerita singkatnya. Semakin mewah fasilitasnya semakin mahal
pastinya. Dari jenis kapal, ada yang standard, premium, bahkan ada yang VVIP
tergantung budget lagi. Jenis kamar pun berbeda beda, ada yang berenam,
berempat, bahkan berdua. Untuk luasan kamar jangan berharap lebih untu
budgetnya minimum seperti saya yang mengambil open trip, siap-siap dipasangkan
satu kamar dengan yang lain. Untuk yang ingin berdua, mungkin bisa membayar
lebih untuk ini. Fasilitas yang lain ditawarkan pastinya penjemputan dari hotel
atau bandara, makan yang bergizi full selama 3 hari 2 malam, dan juga
dokumentasi.
3. Dokumentasi
Ini termasuk hal hal yang krusial yang harus diperhatikan. Banyak-banyak riset tentang ini, banyak yang menawarkan harga miring tetapi dokumentasi mengecewakan, ada yang mahal tapi sudah terlatih. Bahkan ada yang mahal, tetapi feed ig nya tidak menarik. Itu tergantung kalian lagi. Masa iya kesana jauh jauh tetapi hasil kurang memuaskan.
Nah, kami
memutuskan memilih Indonesia juara trip instagramnya @indonesiajuaratrip.
Karena berjalannya waktu, satu per satu anggota berkurang, tinggallah saya dan seorang teman yang membulatkan tekad.
Dimulai Bulan Juli,
drama terus bermunculan. Peraturan baru
dari pemerintah hampir menggoyahkan tekad kami. Apa itu? PPKM yang dimana mewajibkan
untuk pcr jika keluar masuk Jakarta. Satu per satu di grup open trip
mengundurkan diri untuk mengurungkan niat mereka. Tinggallah sisa 6 orang yang
akan melakukan open trip.
Kejadian kedua.
Pada awal Bulan Juli, saya dapat kabar dari rumah kalau seluruh orang rumah
terkena Covid-19 terlebih lebih bapak saya sampai harus dirawat di rumah sakit.
Ingin rasanya kembali kerumah dan manager saya sudah mengijinkan saya untuk
pulang dan merawat mereka. Tetapi niatnya saya diurungkan oleh bapak dengan
alasan nanti saya akan terdampak dan menyuruh saya untuk stay at home saja
sampai keadaan normal. Dalam hati tenang karena masih bisa cuti untuk Bulan Agustus untuk travelling.
Kejadian ketiga.
Akhir Bulan Juli, orangtua teman saya yang terkena dampak Covid-19 dan dia
dilarang untuk berlibur. Setelah berdiskusi, dia memutuskan untuk pergi.
Kejadian
keempat. Pesawat yang kami beli dibatalkan dan penerbangan dengan maskapai yang
sama menutup semua penerbangan ke Labuan Bajo sampai waktu yang tidak
ditentukan dan kami harus membeli tiket yang baru dengan harga yang lebih mahal
Kejadian kelima.
Awal bulan Agustus, teman saya permisi dengan managernya untuk keluar kota alih alih
mengunjungi keluarga selagi cuti. tetapi teman saya tidak diijinkan untuk alasan
tersebut, dan jikalau dia tidak kembali sampai masa cutinya selesai dan positif
C19 di Labuan Bajo, bisa berbahaya untuk kerjaannya. Setelah diskusi yang
panjang, dia memutuskan untuk tetap pergi.
Kejadian keenam. 2 Teman kantor saya positif covid yang dimana duduk tepat disebelah saya.
Tanggal 6
Agustus 2021, disini mulainya perjalanan saya. Pukul 14.00 hasil negatif PCR
keluar dan pukul 16.00 saya bergerak menuju pelabuhan Bakauheni-Merak. Tanggal
6 subuh sampai Jakarta.
Tanggal 7
Agustus 2021, saya dan teman saya terbang ke Labuan Bajo selama 3 jam
perjalanan dan sampai pukul 16.00. Kami mencari Penginapan murah seperti Oyo
nama penginapannya OYO Cajoma dengan harga 157.000. fasilitas termasuk lumayan
yang penting bisa tidur dan mandi tetapi jauh dari kota.
Tanggal 8 Agustus 2021, kami dijemput oleh pihak Indonesia Juara untuk sailing komodo. Btw, kapal kami diupgrade yang tadinya standard menjadi premium dikarenakan sedikitnya permintaan dan kami dapat bonus kapal premium. Berikut adalah fasilitas kapalnya:
![]() | ||
Deck Bersantai
|
Destinasi
pertama adalah Pulau Kelor. Baru destinasi pertama aja sudah membuat kami
terkejut dengan indahnya NTT ini. Pasir putih terlihat dari air bening yang
seperti kaca jernihnya. Ingin rasanya segera berenang melihat segarnya air laut
biarpun asin.
![]() |
| Pulau Kelor |
![]() |
| Pulau Kelor |
Destinasi kedua
adalah Pulau Manjarite. Pulau dengan dermaga kayu dan karang yang kelihatan
dari dalam air ini tidak bisa mengalihkan pandanganku ke dalam air. Disini
tempat kami pertama snorkeling menikmati keindahan air laut Pulau ini.
![]() |
| Pulau Manjarite |
| Snorkeling di Manjarite |
Destinasi
ketiga. Matahari segera terbenam, kapal kami harus segera berlabuh ke Pulau
Kalong untuk melihat jutaan kalong keluar pada malam hari beralaskan orangenya
sunset di pulau ini. Malam hari pun tiba, saat nya kami menghabiskan malam
bersama dengan orang orang baru yang saya baru kenal di pagi hari. Permainan
kartu yang semakin mengakraban kami satu sama lain.
Merdunya nyanyian juga tidak kalah menghiasi malam itu.
Pada saat malam tiba, kapal harus berlayar ke Pulau Padar. Tidur dengan badan yang bergoyang goyang jangan harap dapat menikmati malam yang nyenyak.
Destinasi keempat adalah Pulau Padar. Icon Labuan Bajo ini adalah tujuan utamanya. Indah? Jangan ditanya. Dari atas Puncak Pulau Padar, kalian akan merasa bersyukur atas apa yang Tuhan kasih ke kalian. Setiap sisi Pulau Padar adalah luar biasa. Kalian juga jangan lupa untuk foto di view uang 50.000. Karena kami berliburnya sewaktu masa PPKM, kami bersyukur dapat mengabadikan momen kami sampai kami benar benar puas dengan hasil jepretannya. Menurut info dari guidenya, sewaktu normal, jangan berharap bisa berfoto lebih dari 3 kali karena bakalan banyak pengunjung yang akan menjadi latar belakang fotomu.
![]() |
| Bersama Rombongan di Pulau Padar |
![]() |
| Pulau Padar |
Destinasi kelima
adalah Pink Beach. This beach is the my favourite place in Labuan Bajo karena
saya sangat mencintai pantai. Saya sangat penasaran kenapa pantai tersebut bisa
berwarna merah, ternyata dikarenakan ada orang yang membudidayakn coral merah
dan memecahkannya di bibir pantai tetapi tidak semua pantai bisa menghasilakn
coral tersebut. Begitulah yang saya tangkap dari ceritanya seperti itu CMIIW.
Pada saat itu, hanya kapal kamilah yang bersandar di bibir Pantai Pink. Apa
tidak beruntung kami sehingga tidak usah mempersoalkan tentang dokumentasi?
Karena travel restriction ini, penduduk lokal yang mengharapkan makan
dari wisata bisa terancam. Semoga lekas membaik untuk Indonesia.
| Bukit Pink Beach |
| Pink Beach |
Destinasi Keenam
adalah Pulau Komodo. Di pulai ini, kita
berkesempatan melihat hewan purba Komodo. Kami beruntung langsung mendapatkan Komodo
disini. Oh iya, disini juga jangan sampai lupa berbelanja. Daripada di kota LBJ
sebaiknya membeli di pulau ini dengan harga bisa 30 kali lipat lebih murah.
![]() |
| Komodo |
Destinasi Ketujuh
adalah Taka Makassar. Taka Makassar adalah berupa pulau pasir ditengah laut
warna biru tosca. Laut Flores memang tidak ada duanya. Terumbu karang yang
terlihat dari permukaan air lagi lagi tidak dapat mengalihkan mataku.
Destinasi kedelapan adalah Manta Point. Manta point ada spot untuk melihat ratusan manta. Spot disini kami kurang beruntung karena tidak dapat melihat satupun manta karena arus yang tenang. Tetapi spot disini bukan hanya melihat manta, tapi terumbu karang disini sangatlah luar biasa. Indonesia sangat indah di darat bahkan didalam laut sekalipun.
| Snorkeling di Manta Point |
![]() |
| Gili Lawa Darat |
![]() |
| Berfoto ala F4 |
Setelah lelah dengan
aktivitas sehari itu dan hari sudah semakin larut, kami bersiap untuk berpesta
dimalam hari. Sewaktu malam hari tiba, pesawat dengan maskapai yang kami pesan dibatalkan sepihak oleh maskapai tanpa tahu kapan dibuka lagi penerbangannya.
Semua bingung tanpa tahu apa apa karena kami masih ditengah laut tanpa tahu
peraturan baru dari pihak Bandara. Kami memutuskan memesan tiket untuk
penerbangan pagi hari dan harus segera melabuh karena harus mengejar tiket
pagi. Kami harus melewatkan perjalanan ke Pulau Siaba dan Pulau Kanawa.
Sewaktu di bandara, kami tidak dapat berangkat karena kami tidak memiliki PCR. Read: Peraturan sewaktu kami sampai di LBJ mengatakan bahwa Antigen dapat digunakan dengan syarat membuat surat pernyataan bahwa sesampainya di bandara tujuan diharuskan PCR. Pihak Pemerintah LBJ tidak menyediakan fasilitas PCR 1 atau 2 hari selesai. Itulah yang mengharuskan kami untuk tinggal lebih lama di LBJ. Pihak bandara mengusulkan untuk ke Kupang terlebih dahulu memakai Antigen dan sesampainya di Kupang segera PCR. Tiket ke Kupang ludes habis sampai tanggal 11 dan kami harus menginap lebih lama 2 malam. Sembari menunggu penerbangan tgl 12, kami berkesempatan bekunjung ke Hotel yang digadang gadang Santorininya Labuan Bajo. Ya, itu adalah Local Collection Hotel. Hotel dengan nuansa putih dan view laut ini tidak kalah indahnya dengan Santorini aslinya. Kalian bisa minum teh sambil melihat view lautnya Flores.
![]() |
| Bersantai menikmati sunset di Labuan Bajo |
![]() |
| Loccal Collection |
Besonya penerbangan ke Kupang kami menggunakan Pesawat ATR . Kami menginap semalam di Kupang untuk menunggu hasil PCR, dan Puji Tuhan negetif dan kami harus kembali ke perantauan kami.
Begitulah cerita
singkatnya perjalanan kami yang dari stranger dan semoga menjadi partner
travelling selanjutnya.
Berikut kesimpulan Itenary dan Budgeting nya:
- Perlengkapan berangakat : Rp500.000
- Travel Bandar Lampung – Jakarta: Rp300.000
- PCR : Rp1.300.000
- Perjalanan Pesawat Citilink : Rp1.200.000
- Makan KFC : Rp40.000
- Biaya expense : Rp1.283.000
- Pulau Kelor
- Pulau Manjarite
- Pulau Padar
- Pink Peach
- Taka Makassar
- Manta Point
- Gili Lawa Darat














Komentar
Posting Komentar